Salah satu kategori pekerjaanku adalah pelayanan pelanggan plus kasir. Aku bekerja di pompa pengisian bahan bakar yang sekaligus toko serba ada milik pribadi (bukan milikku lo). Dan seperti biasa, pasti ada 1 - 2 anak remaja mencoba membeli rokok dari waktu ke waktu. Di Amerika Serikat, ada ketentuan untuk menanyakan kartu identitas bagi siapapun pembeli rokok yang kelihatan usianya di bawah 25 tahun. Ketentuan ini diatur dalam The Synar Amendment yang dikeluarkan Konggres Amerika Serikat pada tahun 1992. Dan berbeda2 ketentuan yang diterapkan oleh setiap negara bagian tentang ini. Tapi garis besarnya kami yang bekerja di bidang penjualan pelayanan produk, harus memeriksa kartu identitas siapapun yang kelihatannya berusia di bawah 25 tahaun (30 thn kalau ketentuan di Connecticut).
Nah, suatu malam minggu ada segerombol anak2 muda, laki2 semua, kira2 5 - 6 orang. Mereka aku lihat tengah berunding sesuatu. Kalau sudah begini aku mesti curiga pasti mereka mau beli rokok dan sedang memilih salah seorang tertua yang harus menunjukkan kartu identitasnya. Mereka memang kelihatan masih berumur 15 - 17 thn-an. Lah, mana bisa juga beli rokok, karena usia minimal kan 18 thn (harus berusia 18 thn atau lebih pada hari itu saat dia beli rokok). Aku masih melayani beberapa pelanggan dan kemudian tibalah giliran si "terpilih" maju. Mau tahu apa yang dia beli? Ternyata KONDOM, saudara2, bukan rokok. Wah, kalau soal pembelian kondom, nggak ada aturannya aku mesti tanya identitas, ya. Padahal si doi ini usianya paling masih 16 -17-an. Waduh, muda sekali ya sudah berani main2 bahaya.
Pada saat gerombolan itu pergi, hatiku jadi tidak tenang. Sebagai ibu, aku was2 kan nggak ada pengekangan dari segi moral dari pihak penjual buat anak2 muda yg membeli kondom. Kalau terserah aku, aku pasti tanya,"You got any ID on you?" kalau nggak ada, pulang aja gih, main game sana, bantu ibumu atau nonton bioskop sama gerombolanmu. Tapi yang mikirin ini jadinya ya cuma aku. Sewaktu ada kenalanku yang state police datang ke toko, aku tanya nih beliau ttg hal ini. "Carlos, why I don't have to ask for an ID when a young man buys a condom and I have to for a cigarette?" Tahu katanya,"Hey, that's a good question! But think of it this way, at least they try to have safe sex, right?" Huh???????? Hhhhhmmmm, jadi mendingan mereka beli kondom ya buat nge-sex, ketimbang bebas ria ala kadarnya. Oalah...kalau upaya menyelamatkan para anak muda dari bahaya rokok digembar-gemborkan pakai iklan layanan masyarakat segala. Bahkan ada dendanya bagi org yg meluluskan permintaan anak muda yg beli rorok di bawah usia 18. Pemakaian kondom untuk anak2 muda belia yang mau coba pertama kali itu, malah tak ada aturannya. Padahal bahayanya kan lumayan tuh. Aduh, tobat2!