Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryDec 8, '06 3:49 PM
for everyone

Salah satu kategori pekerjaanku adalah pelayanan pelanggan plus kasir. Aku bekerja di pompa pengisian bahan bakar yang sekaligus toko serba ada milik pribadi (bukan milikku lo). Dan seperti biasa, pasti ada 1 - 2 anak remaja mencoba membeli rokok dari waktu ke waktu. Di Amerika Serikat, ada ketentuan untuk menanyakan kartu identitas bagi siapapun pembeli rokok yang kelihatan usianya di bawah 25 tahun. Ketentuan ini diatur dalam The Synar Amendment yang dikeluarkan Konggres Amerika Serikat pada tahun 1992. Dan berbeda2 ketentuan yang diterapkan oleh setiap negara bagian tentang ini. Tapi garis besarnya kami yang bekerja di bidang penjualan pelayanan produk, harus memeriksa kartu identitas siapapun yang kelihatannya berusia di bawah 25 tahaun (30 thn kalau ketentuan di Connecticut).

Nah, suatu malam minggu ada segerombol anak2 muda, laki2 semua, kira2 5 - 6 orang. Mereka aku lihat tengah berunding sesuatu. Kalau sudah begini aku mesti curiga pasti mereka mau beli rokok dan sedang memilih salah seorang tertua yang harus menunjukkan kartu identitasnya. Mereka memang kelihatan masih berumur 15 - 17 thn-an. Lah, mana bisa juga beli rokok, karena usia minimal kan 18 thn (harus berusia 18 thn atau lebih pada hari itu saat dia beli rokok). Aku masih melayani beberapa pelanggan dan kemudian tibalah giliran si "terpilih" maju. Mau tahu apa yang dia beli? Ternyata KONDOM, saudara2, bukan rokok. Wah, kalau soal pembelian kondom, nggak ada aturannya aku mesti tanya identitas, ya. Padahal si doi ini usianya paling masih 16 -17-an. Waduh, muda sekali ya sudah berani main2 bahaya.

Pada saat gerombolan itu pergi, hatiku jadi tidak tenang. Sebagai ibu, aku was2 kan nggak ada pengekangan dari segi moral dari pihak penjual buat anak2 muda yg membeli kondom. Kalau terserah aku, aku pasti tanya,"You got any ID on you?" kalau nggak ada, pulang aja gih, main game sana, bantu ibumu atau nonton bioskop sama gerombolanmu. Tapi yang mikirin ini jadinya ya cuma aku. Sewaktu ada kenalanku yang state police datang ke toko, aku tanya nih beliau ttg hal ini. "Carlos, why I don't have to ask for an ID when a young man buys a condom and I have to for a cigarette?" Tahu katanya,"Hey, that's a good question! But think of it this way, at least they try to have safe sex, right?" Huh???????? Hhhhhmmmm, jadi mendingan mereka beli kondom ya buat nge-sex, ketimbang bebas ria ala kadarnya. Oalah...kalau upaya menyelamatkan para anak muda dari bahaya rokok digembar-gemborkan pakai iklan layanan masyarakat segala. Bahkan ada dendanya bagi org yg meluluskan permintaan anak muda yg beli rorok di bawah usia 18. Pemakaian kondom untuk anak2 muda belia yang mau coba pertama kali itu, malah tak ada aturannya. Padahal bahayanya kan lumayan tuh. Aduh, tobat2!


14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kruwil99 wrote on Dec 8, '06
setuju Mba Dian....tapi namanya negara yang udah "terlalu maju" mereka berfikir mungkin rokok itu lebih membahayakan kesehatan ... sama ...saya juga serem....
shrie wrote on Dec 8, '06
tapi bener sih mbak kata si police itu meding beli kondom untk free sex :). Namanya juga USA mbak xixixixixixi
mamahanna wrote on Dec 8, '06
masih mending di negara barat ni ada batasan umur buat beli rokok,piso atou paint spray..lha..di indo lebih bebas lagi..asal ada duit,anak 5 taou juga boleh beli apa aja termasuk kondom ato malah masuk diskotik( di sini at least 18)...:((
dianadji wrote on Dec 8, '06
Memang di US lebih "bagus" soal aturan bahan2 berbahaya, nggak sembarangan. Jadi inget dulu adikku mau beli bahan2 kimia utk percobaannya di lab aja nggak pake surat2an. Di sini harus ada ijin dr pemerintah pakai didaftar segala namanya buat beli2 bhn kimia.
dianadji wrote on Dec 8, '06, edited on Dec 8, '06
shrie said
meding beli kondom untk free sex
Beli kondomnya buat safe sex-lah, bukan free sex (walaupun free, hahahha). Tahu nggak rata2 anak muda sini yg laki2 melakukan pertama kali usia 14 thn loh. Aku ngorek2 nih dr teman2 kerjaku yg muda2 itu. Tapi nggak semua anak2 muda begitu loh di US.
yettifesh wrote on Dec 8, '06
Culture Shock :)
dianabagus wrote on Dec 9, '06
Laah kalo di Indo malah sering anak2 disuruh beli rokok ama Bapaknya di warung sebelah, hehehe...
dianadji wrote on Dec 9, '06
Di US juga anak boleh kok beliin rokok ortunya, cuma ya mesti punya ID pake photo aja. Aku punya beberapa cerita unik loh seputar ini.
niezniez wrote on Dec 9, '06
hmm..kondom diseluruh penjuru Sanghai,
Atm kondom bertaburan :)
dianadji wrote on Dec 9, '06
Demi tidak menularkan dan ketularan aids ceritanya. Di sekolah2 sma katanya dibagikan gratis. Huaduh, mau dong, hahahha!!!!
dayangabraham wrote on Feb 11, '08
AKu suka stress kalo mikirin hal hal kayak gini. Di pikiran orang amrik kebanyakan kali gini..Kayaknya gak mungkin ngelarang anak2 tidak melakukan sex, nah daripada ngelarang gak ada gunanya, lebih baik ya disuruh doing safe sex.....'
AKu juga denger2 dari anak2 middle school, beberapa dari mereka udah terobsesi kapan mau doing sex pertama kali..(beberapa malah ada yang udah..)..
Gimana G gak ngelus2 dada dan deg-degan???!!
dianadji wrote on Feb 11, '08
Aku pernah tanya kawan2ku kerja yg waktu itu masih umur 19 than. Mereka bisa dibilang sama umurnya waktu pertma kali ngesex = 14 thn. Tapi aku perhatikan juga ya, Day, semakin sibuk seorang anak, semakin banyak kegiatannya, dia jadi lebih jauh dr pikiran ngesex ini. Kasarnya gini, deh, mereka jadi lebih memundurkan usia utk pengen nyoba. Dan ada kenyataan baru skrb, banyak cewek2 muda yg bersikukuh tetap perawan sampai nikah nanti.
Sebagai ortu, kita usaha keras aja dulu, nggak usah terlalu mikirin anak org lain (gitu kata suamiku). Daripada sampai modar itu kepala mikirin anak org lain dan ketakutan yg bikin kita paranoid, kita usaha sebaik2nya. Berusaha ngajar yg benar dan baik.
namakuadelina wrote on Mar 5, '09
Aku punya beberapa cerita unik loh seputar ini.
Udah ada di blogmu blum, Mba? Yang mana ya?
namakuadelina wrote on Mar 5, '09
kita usaha sebaik2nya. Berusaha ngajar yg benar dan baik.
Aamiin, mudah2an diberi kemudahan olehNya ya Mba...
Abis emang makin serem siy kondisinya, and it happens also here, in Jakarta. Bayangin deh Mba Di', sebagian siswa di kampus sudah mulai ada yg bs berpendapat kalo free sex itu adalah bagian dari lifestyle, jadi wajar2 aja kalo mereka ngikutin gaya itu. So, jangan heran, pernah suatu hari aku mendengar cerita dari seorang siswa kalo dya ngekos skamar dgn pacarnya. Ampuun Gustiii... Bukannya su'udzon cuma kalo udah sekamar, ya kmgkinan kecil kan mereka ga ngapa2in...walopun itu emg bukan jaminan mereka jg yg ngelakuin free sex.
Yah, itu lah jaman... Harus makin pinter kita ngadepinnya. Semoga Allah sll melindungi kita ya, Mba Di'..aamiin.
Add a Comment